14 Januari 2020

Tema 6 sub tema 2 pembelajaran ke 2

Selasa, 14 Januari 2020

MTK

Operasi Hitung Bilangan Berpangkat Tiga

Operasi hitung seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dapat juga dilakukan pada bilangan berpangkat maupun bilangan akar. Agar lebih jelas, pelajari contoh – contoh berikut.
a.   Penjumlahan
Vika mempunyai sebuah wadah berbentuk kubus. Wadah tersebut berisi air sebanyak 53 cm3. Vika menambahkan air 43 cm3 ke dalam wadah tersebut. Berapa cm3 volume air dalam wadah tersebut ?
Kita  tuliskan peristiwa di atas dalam kalimat matematika berikut ini.
Volume air  =  53  +  43
    =  125  +  64
    =  189 cm3
Jadi, Volume air dalam wadah tersebut adalah 189 cm3.
b.   Pengurangan
Bak mandi Tika menampung 853 cm3 air. Tika mengambil 303 cm3 untuk menyiram taman. Berapa cm3 air yang tersisa dalam bak mandi ?
Volume bak  =  853  -  303
=  614.125  - 27.000
=  587.125 cm3
c.   Perkalian
Untuk dapat memahami perkalian bilangan pangkat tiga, perhatikan contoh berikut.
  • 33  x  23  =  27  x  8  =  216
  • 53  x  73  =  125  x  343  =  42.875

d.   Pembagian
Perhatikan contoh berikut dengan baik !
  • 43  :  23  =  64  :  8  =  8
  • 83  : 43   =  512 :  64 =  8
Sbdp


Pola lantai adalah pola denah yang dilakukan oleh seoarang penari dengan perpindahan, pergerakan, dan pergeseran posisi dalam sebuah ruang (space) untuk menari. Pola lantai ini sebenarnya merupakan teknik blocking (penguasaan panggung) seoarang penari. Pola lantai berfungsi untuk membuat posisi dalam sebuah ruang gerak. Dalam sebuah tarian (terutama tari kelompok), pola lantai perlu diperhatikan. Ada beberapa macam pola lantai pada tarian, antara lain :
  • Pola lantai vertikal (lurus): Pada pola lantai ini, penari membentuk garis vertikal, yaitu garis lurus dari depan ke belakang atau sebaliknya. Pola lantai ini banyak digunakan pada tari klasik. Pola lantai ini menampilkan kesan sederhana tapi kuat.
  • Pola lantai Horizontal : Pada pola lantai ini, penari berbaris membentuk garis lurus ke samping.
  • Pola lantai diagonal : Pada pola lantai ini, penari berbaris membentuk garis menyudut ke kanan atau ke kiri.
  • Pola lantai garis melengkung. Pola lantai ini banyak digunakan pada tari rakyat dan tari tradisi, memberi kesan lemah dan lembut. Beberapa pola lantai melengkung antara lain melingkar : Pada pola lantai ini, penari membentuk garis lingkaran. Pola lantai lengkung ular dan pola lantai angka delapandelapan
Pola lantai dibuat untuk memperindah pertunjukan karya tari. Oleh karena itu dalam pembuatan pola lantai harus memperhatikan beberapa hal, antara lain bentuk pola lantai, maksud atau makna pola lantai, jumlah penari, ruangan atau tempat pertunjukan, dan gerak tari. Penampilan gerak tari tidak terlepas dari desain garis dan desain pola lantai. Ada dua jenis desain garis yaitu garis lurus dan garis lengkung. Pada desain garis lurus memberikan kesan lembut tetapi juga lemah. Garis-garis mendatar memberikan kesan istirahat, sedangkan garis-garis yang tegak lurus memberi kesan ketenangan dan keseimbangan. Garis melingkar atau melengkung memberi kesan manis, sedangkan garis menyilang atau diagonal memberikan kesan dinamis atau kuat.

Desain-desain garis tersebut di atas, tidak hanya dapat dibuat dengan garis-garis tubuh dan tanganserta kaki penari , tetapi dapat juga dibentuk dari jejak atau garis-garis yang dilalui oleh seorang penari atau garis di lantai yang ditinggalkan oleh penari. Pola lantai juga dapat menggunakan properti yang digunakan oleh penari baik jenis penyajian tari tunggal, berpasangan maupun kelompok. Properti yang digunakan penari dapat membentuk desain atas maupun desain bawah.

Beberapa contoh pola lantai :
  • Pola lantai yang dipergunakan dalam tari Piring adalah garis lengkung dan membentuk lingkaran.
  • Tari Saman dengan menggunakan pola lantai garis lurus.
  • Pada tari Pendet menggunakan pola lantai garis lengkung.
  • Tari Kecak dari Bali merupakan salah satu jenis tari ritual dengan menggunakan pola lantai garis melengkung membentuk lingkaran.
  • Tari seudati dari Aceh menggunakan pola gabungan antara pola lantai lurus, pola lantai lengkung, dan zig-zag.
  • Tari jaipong dari Jawa Barat menggunakan pola lantai lurus dan pola lantai zig-zag.
  • Pola lantai tari Bedhaya Ketawang menggunakan pola lantai Gawang Motor Mabur (pesawat terbang).
  • Tari Tayub dari Jawa, tari Gandrung dari Sasak, Joged Bumbung dari Bali, Gareng Lamen dari Flores, dan hampir semua tarian perang dari Papua menggunakan pola lantai garis lurus dan garis lengkung.
  • Tari Badong dari Toraja, Sulawesi Selatan menggunakan pola lantai melengkung.
  • Pola lantai garis lengkung dapat juga dijumpai pada tari Randai dari Minangkabau.
  • Taari Baris Gede di Bali menggunakan pola lantai lurus.
  • Tarian perang dari Nusa Tenggara Timur menggunakan pola lantai lurus.
  • Tarian Joged Melayu atau Zapin menggunakan pola lantai garis lurus dan garis lengkung.
  • Tari Yospan berasal dari Papua dengan pola lantai garis lurus 
  • Tari Rejang Dewa dari Bali juga banyak menggunakan pola lantai garis lengkung.
  • Tari Lengger dari Banyumas menggunakan pola lantai garis lurus.

13 Januari 2020

Tema 6 sub tema 2

Senin, 13 Januari 2020
Bahasa Indonesia

Langkah-langkah menjelaskan isi teks di dalam meedia cetak :
1. Perhatikan judul teks
2. Bacalah teks dengan seksama
3. Temukan informasi penting beserta kata kunci dalam setiap paragraf.
4. Pahamilah setiap informasi penting tersebut
5. Tuliskan kembali informasi penting dan kata kunci yang telah kamu pahami

IPA

Perpindahan Kalor

Dari penjelasan diatas, telah dijelaskan bahwa perpindahan kalor dapat terjadi dari benda yang memiliki suhu lebih tinggi ke benda yang memiliki suhu lebih rendah. Ada 3 cara untuk kalor berpindah dari suatu benda ke benda lain. Cara tersebut antara lain.
1. Konduksi (Hantaran)
 
Konduksi merupakan perpindahan kalor melalui sebuah zat tanpa disertai perpindahan partikel-partikel zat karena adanya selisih suhu. Contohnya jika ujung sebuah batang logam dipanaskan diatas api, maka ujung logam tersebut akan panas. Hal tersebut dapat dijadikan bukti bahwa perpindahan kalor dari ujung batang logam yang dipanaskan berganti ke ujung batang logam yang kita pegang.
Berdasarkan daya hantar kalor, zat dapat dibedakan menjadi dua yaitu.
Hasil gambar untuk macam-macam konduktor dalam kalor
  1. Konduktur, yaitu zat yang bisa menghantarkan panas dengan baik. Contohnya: tembaga, besi, baja dan alumunium.
  2. Isolator, yaitu zat yang kurang baik dalam menghantarkan panas. Contohnya: kaca, kayu, plastik, air, dll.
2. Konveksi (Aliran)
 
Konveksi merupakan perpindahan kalor pada suatu zat yang disertai perpindahan partikel-partikel zat. Konveksi biasanya dapat terjadi karena perbedaan massa jenis zat. Dalam konveksi ini dapat terjadi pada zat cair dan zat gas. Contohnya pada zat cair yaitu sistem pemanasan air dan sistem aliran air panas, sedangkan pada zat gas yaitu terjadinya angin darat dan angin laut, cerobong asap pabrik, dll.
Jenis konveksi ada 2 macam yaitu :
  1. Konveksi Alamiah, yaitu konveksi yang dipengaruhi gaya tanpa faktor luar dan disebabkan oleh adanya perbedaan massa jenis. Contohnya : jika kita meletakkan tangan diatas lilin yang menyala, maka tangan kita akan merasa lebih panas dibandingkan ketika tangan kita berada disamping lilin. Hasil gambar untuk konveksi alamiah pada lilin
  2. Konveksi Paksa, yaitu konveksi yang dapat terjadi karena adanya pengaruh faktor luar (tekanan) dan perpindahan kalor sengaja dilakukan. Contohnya : Contoh konveksi paksa, antara lain sistem pendingin mobil dan pengering rambut (hairdryer).
Hasil gambar untuk konveksi paksa
3. Radiasi (Pancaran)
 
Radiasi merupakan perpindahan kalor tanpa melalui zat perantara. Perpindahan kalor secara radiasi berbeda dengan perpindahan kalor secara konduksi dan konveksi karena perpindahan kalor dengan cara ini kedua benda tidak harus bersentuhan. Contohnya jika kita memakai pakaian yang hitam pada siang hari, maka badan kita akan terasa lebih panas jika dibandingkan dengan memakai pakaian yang putih.
Alat yang digunakan untuk mengatahui adanya radiasi kalor disebut termoskop. Termoskop ini sendiri terdiri dari dua buah bola kaca yang dihubungkan dengan pipa U dan diberi air alkohol yang diberi pewarna.
Hasil gambar untuk termoskop pada radiasi

10 Januari 2020

Tema 6 sub tema 1

Jum'at, 10 Januari 2020

Jenis-Jenis Perpindahan Kalor dan Contohnya Dalam Kehidupan Sehari-hari

Kalor merupakan bentuk energi panas. Secara alamiah, kalorberpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda bersuhu lebih rendah.
Kalor yang diberikan pada sebuah benda akan dapat mengubah suhu dan wujud benda tersebut.
Terdapat tiga cara perpindahan kalor, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi. Berikut uraian penjelasan dari masing-masing bentuk perpindahan kalor tersebut.

1.  Konduksi

Apabila ujung sebatang logam dipanaskan di atas nyala api, maka ujung yang lain dari logam tersebut akan menjadi panas.
Hal ini menunjukkan bahwa kalor berpindah melalui batang logam dari bagian yang panas menuju ke bagian lebih dingin, akan tetapi partikel-partikel dari logam tidak ikut berpindah.
Ujung logam menjadi panas karena partikel-partikelnya bergerak dengan energi yang sangat tinggi.

2.  Konveksi

Air dan udara merupakan penghantar kalor yang buruk atau isolator. Akan tetapi, mengapa air yang dimasak menjadi panas dan udara di atas api terasa panas? Di dalam air dan udara, kalor dapat berpindah dengan cara konveksi.
Jadi, konveksi atau aliran adalah perpidahan kalor yang disertai dengan perpindahan partikel-partikel zat tersebut karena perbedaan massa jenis zat.
a. Konveksi pada zat cair
Air apabila dipanaskan akan memuai, sehingga massa jenisnya menjadi berkurang. Karena massa jenisnya berkurang, air bergerak naik dan tempatnya digantikan oleh air yang bersuhu redah.

3.  Radiasi

Pada siang hari, ketika cuaca cerah, kita dapat merasakan panasnya sinar matahari. Mengapa panas matahari terasa pada tubuh kita, padahal letak matahari sangat jauh dan terdapat ruang hampa antara bumi dengan matahari?

09 Januari 2020

Kalor

Kamis, 09 Januari 2020

Pengertian Kalor

Kalor adalah suatu energi yang mudah diterima dan mudah sekali dilepaskan sehingga dapat mengubah temperatur zat tersebut menjadi naik atau turun. Kalor juga bisa berpindah dari satu zat ke zat yang lain melalui medium atau perantara. Ternyata Kalor adalah bentuk energi yang tidak dapat dilihat ataupun terlihat. Dan ternyata Energi kalor juga dapat berubah menjadi bentuk energi lain, seperti cahaya, gerak, listrik, kimia dan lain-lain.

Misalkan, dua buah zat yang memiliki temperatur berbeda dicampurkan pada sebuah wadah. Maka temperatur kedua benda tersebut akan menjadi sama. Besarnya temperatur akhir berada di antara temperatur awal kedua zat tersebut. Pada gejala ini, kalor berpindah dari temperatur tinggi ke temperatur yang lebih rendah hingga mencapai temperatur setimbangnya.

08 Januari 2020

Matematika

Rabu, 08 Januari 2020

Cara Mencari dan Menghitung Akar Pangkat Tiga
Untuk bisa menemukan hasil dari akar pangkat tiga dari suatu bilangan bulat maka bisa dikerjakan menggunakan menghitung langsung atau memakai kalkulator.
a. Dengan Cara Menghitung
untuk lebih jelasnya lihat contoh satuan hasil perpangkatan 3 dari bilangan 0 sampai 9 di bawah ini:

Perhatikanlah contoh-contoh berikut:
1. ³√1728 = …
Penyelesian:
Satuan dari bilangan 1728 adalah 8.
8 adalah satuan dari 23, maka satuan dari ³√1728 adalah 2. Untuk mengetahui puluhannya, perhatikanlah bilangan setelah 3 angka dari belakang, yaitu 1, kemudian carilah bilangan yang jika dipangkatkan dengan tiga hasilnya ≤ 1 dan bilangan itu adalah 1, karena 13 = 1.
Jadi, puluhan dari ³√1728 adalah 1. Jadi, ³√1728 = 12.
2. Hitunglah nilai akar dari ³√2197!
Penyelesaian:
Satuan dari bilangan 2197 adalah 7 dan 7 adalah satuan dari 33, jadi satuan dari 3v2197 adalah 3. Puluhannya dicari dari bilangan 2 (setelah 3 angka dari belakang) jika dipangkatkan dengan 3 hasilnya ≤ 2, yaitu bilangan 1, maka puluhan dari ³√2197 adalah 1.
Jadi, ³√2197 = 13

07 Januari 2020

Tema 6

Selasa, 07 Januari 2020

Membuat ringkasan dan kesimpulan dari teks eksplanasi
Hal-hal yang diperhatikan dalam membuat ringkasan
1. Bacalah teks dengan seksama
2. Catatlah gagasan utama
3. Ubahlah gagasan utama menjadi kalimat efektif
4. Rangkailah kalimat kalimat tersebut sehingga padu dan mudah dipahami
5. Pastikan menggunakan bahasa baku

06 Januari 2020

Tema 6

Senin, 06 Januari 2020

SUHU DAN KALORKalor adalah energi panas zat yang dapat berpindah dari suhu tinggi ke suhu rendah. Perbandingan kalor dengan massa dikalikan dengan perubahan suhudisebut kalor jenis. Kapasitas kalordidefinisikan sebagai banyaknya kaloryang perlukan untuk menaikkan suhusuatu benda sebesar 10 C atau 1 K.

Materi Ajar Jum'at, 7 Agustus 2026

Hari, Tanggal : Jum'at, 7 Agustus 2026 Kelas                    : 2 B Mata Pelajaran : Pembiasaan Adab, Seni Rupa & B.Indonesia Mate...