29 Oktober 2026

Jum'at, 30 Oktober 2026

 

Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Seni Rupa
Hari, Tanggal     : Jum'at, 30 Oktober 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                : Tekstur dan Pola
Pertemuan ke   : 3


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

Ø  Tujuan Pembelajaran: mengapresiasi karya diri sendiri (Tekstur dan Pola)

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati dan mengenali tekstur pada berbagai benda dengan teliti menggunakan penglihatan dan perabaan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan tekstur kasar dan halus dengan benda-benda yang ada di lingkungan sekitar, seperti batu, kayu, daun, kapas, kain, kertas, dan benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengenal dan membedakan tekstur kasar dan halus melalui kegiatan mengamati, meraba, mencocokkan, dan mengelompokkan gambar atau benda.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: 

  1. Mengenal dan membedakan tekstur kasar dan tekstur halus dengan benar.
  2. Mengenal pola sebagai unsur rupa berupa pengulangan bentuk, garis, atau warna.
  3. Membuat karya seni rupa sederhana yang menggabungkan tekstur dan pola.
  4. Mengidentifikasi dan menyebutkan tekstur serta pola yang terdapat pada karya sendiri.
  5. Menyampaikan apresiasi terhadap karya sendiri dengan bahasa yang santun

📌 MATERI SENI RUPA

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Latihan, pengamatan, tanya jawab, dan penugasan

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, gambar benda, dan benda-benda di sekitar yang memiliki tekstur kasar dan halus.


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Sebelum memulai kegiatan, mari kita berdoa bersama, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar kegiatan hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, coba perhatikan benda-benda di sekitar kalian. Pernahkah kalian melihat motif pada baju, susunan ubin lantai, atau hiasan yang memiliki bentuk dan warna berulang?

Misalnya, merah – biru – merah – biru. Menurut kalian, warna apa yang muncul berikutnya?

Nah, susunan yang berulang secara teratur disebut pola.

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan alam semesta dengan keteraturan dan keindahan. Kita dapat menemukan berbagai pola pada bunga, daun, dan ciptaan Allah lainnya. 🌿✨

Hari ini kita akan belajar tentang pola dalam seni rupa, mulai dari mengenal pola warna, pola bentuk, dan pola gambar hingga membuat pola sederhana.

Mari belajar dengan teliti, kreatif, dan gembira. Semoga kita dapat menghasilkan karya yang indah dan menghargai karya sendiri maupun karya teman. 💖

Ø Materi: Mengenal Pola dalam Seni Rupa

1. Pengertian Pola

Pola adalah susunan bentuk, garis, warna, atau gambar yang teratur dan berulang.

Pola dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti motif baju, ubin lantai, taplak meja, dan hiasan dinding.

2. Macam-Macam Pola

A. Pola warna

Pola yang terbentuk dari pengulangan warna.

Contoh: merah – biru – merah – biru.

B. Pola bentuk

Pola yang terbentuk dari pengulangan bentuk.

Contoh: lingkaran – segitiga – lingkaran – segitiga.

C. Pola gambar

Pola yang terbentuk dari pengulangan gambar.

Contoh: bunga – daun – bunga – daun.

3. Cara Membuat Pola

  1. Menentukan bentuk, gambar, atau warna yang akan digunakan.

  2. Menyusun bentuk atau gambar secara berurutan.

  3. Mengulangi susunan tersebut secara teratur.

  4. Mewarnai pola agar terlihat menarik.

4. Kegiatan Praktik

Peserta didik mengerjakan LKPD dengan kegiatan:

  • Mengamati dan mengenali jenis pola.

  • Memasangkan gambar dengan jenis pola yang sesuai.

  • Melanjutkan pola yang belum selesai.

  • Membuat pola sederhana menggunakan gambar atau potongan kertas warna.

  • Mewarnai pola dan menunjukkan hasil karya kepada guru atau teman.

Ø Asesmen/Post Test

A. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Apa yang dimaksud dengan pola?

  2. Sebutkan tiga macam pola dalam seni rupa!

  3. Perhatikan pola berikut: merah – biru – merah – biru – merah – .... Warna apa yang tepat untuk melanjutkan pola tersebut?

  4. Perhatikan pola berikut: lingkaran – segitiga – lingkaran – segitiga – .... Bentuk apa yang tepat untuk melanjutkan pola tersebut?

  5. Sebutkan satu contoh pola yang dapat kamu temukan di lingkungan sekitar!


Ø Kunci Jawaban/Uraian:


Ø Kesimpulan Materi:

Jum'at, 30 Oktober 2026

 

Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : B.INDONESIA
Hari, Tanggal     : Jum'at, 30 Oktober 2026
Fase/Kelas         : A/II
   Materi                : Mengenal tanda peringatan di Tempat Umum
Pertemuan ke   : 1


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.


Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu mengenali, membaca, dan menjelaskan makna tanda-tanda peringatan di tempat umum serta merespons informasi secara lisan dengan baik dan santun. Murid juga mampu menyebutkan tindakan yang tepat sesuai dengan tanda peringatan yang ditemukan di lingkungan sekitar.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid mengamati tanda-tanda peringatan di tempat umum dengan teliti dan memahami pesan yang disampaikan.

  • Meaningful (Bermakna): Murid memahami fungsi tanda peringatan sebagai petunjuk untuk menjaga keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan bersama.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan kartu gambar, tebak makna tanda, tanya jawab, dan latihan menentukan tindakan yang tepat sesuai tanda peringatan.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenali berbagai tanda peringatan yang terdapat di tempat umum.

  2. Membaca tulisan atau simbol pada tanda peringatan sederhana.

  3. Menjelaskan makna tanda-tanda peringatan di tempat umum.

  4. Mengidentifikasi tempat ditemukannya tanda peringatan.

  5. Menyebutkan tindakan yang tepat sesuai dengan tanda peringatan.

  6. Menanggapi pertanyaan tentang tanda peringatan dengan bahasa yang baik dan santun.


📌 MATERI: Macam-macam Tempat Umum

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Mengamati gambar, membaca, tanya jawab, demonstrasi/sosiodrama, diskusi kelompok, permainan kartu gambar, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: Poster/gambar macam-macam tempat umum, kartu nama tempat umum, LKPD, dan video pembelajaran interaktif.


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Anak-anak, pernahkah kalian melihat tanda bergambar orang terpeleset di lantai, tanda dilarang merokok, atau tanda bergambar petir di tempat umum? ⚠️

Menurut kalian, apa arti tanda-tanda tersebut? Mengapa kita harus memperhatikan dan mematuhinya?

Nah, anak-anak, gambar dan tulisan tersebut disebut tanda-tanda peringatan. Tanda peringatan membantu kita mengetahui adanya bahaya, larangan, atau hal yang perlu diperhatikan agar kita tetap aman dan tertib saat berada di tempat umum.

Allah Swt. mengajarkan kita untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan tidak membahayakan orang lain. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri untuk berhati-hati, mematuhi aturan, dan memperhatikan tanda-tanda peringatan yang ada di sekitar kita. 🌷

Hari ini kita akan belajar mengenal berbagai tanda-tanda peringatan di tempat umum, memahami maknanya, serta mengetahui tindakan yang tepat ketika melihat tanda tersebut. Mari kita belajar dengan penuh perhatian, semangat, dan gembira! ✨


📌 MATERI: Tanda-Tanda Peringatan di Tempat Umum



A. Pengertian Tanda Peringatan

Tanda peringatan adalah tanda berupa gambar, simbol, atau tulisan yang memberikan informasi tentang bahaya, larangan, atau hal-hal yang perlu diperhatikan. Tanda ini membantu masyarakat agar lebih berhati-hati dan menjaga keselamatan saat berada di tempat umum.

B. Macam-Macam Tanda Peringatan

1. Awas Lantai Licin

  • Makna: Lantai dapat menyebabkan seseorang terpeleset.

  • Tindakan: Berjalan dengan hati-hati.

2. Dilarang Merokok

  • Makna: Pengunjung tidak boleh merokok di area tersebut.

  • Tindakan: Mematuhi larangan merokok.

3. Awas Tegangan Tinggi

  • Makna: Terdapat bahaya listrik yang dapat membahayakan tubuh.

  • Tindakan: Tidak menyentuh peralatan listrik dan menjauhi area tersebut.

4. Awas Bahaya

  • Makna: Ada kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

  • Tindakan: Berhati-hati dan mengikuti petunjuk petugas.

5. Dilarang Masuk

  • Makna: Pengunjung tidak diperbolehkan memasuki area tertentu.

  • Tindakan: Tidak memasuki area tersebut.

6. Awas Jalan Licin atau Berbahaya

  • Makna: Jalan perlu dilalui dengan hati-hati.

  • Tindakan: Mengurangi kecepatan dan memperhatikan keadaan sekitar.

C. Tempat Ditemukannya Tanda Peringatan

Tanda peringatan dapat ditemukan di berbagai tempat umum, seperti sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, jalan raya, stasiun, dan taman.

D. Sikap yang Tepat terhadap Tanda Peringatan

  • Membaca dan memperhatikan tanda dengan teliti.

  • Mematuhi larangan dan petunjuk yang diberikan.

  • Berhati-hati ketika melihat tanda bahaya.

  • Tidak merusak tanda peringatan.

  • Mengingatkan teman dengan bahasa yang baik dan santun apabila melakukan tindakan yang membahayakan.

📝 SOAL ASESMEN / POST TEST

  1. Apa yang dimaksud dengan tanda peringatan?

  2. Apa arti tanda bergambar orang terpeleset di lantai?

  3. Di mana kita dapat menemukan tanda dilarang merokok?

  4. Apa yang harus dilakukan ketika melihat tanda awas tegangan tinggi?

  5. Mengapa kita harus mematuhi tanda peringatan di tempat umum?


Ø Jawaban atau uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi:

Kamis, 29 Oktober 2026

 

Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Seni Rupa
Hari, Tanggal     : Kamis, 29 Oktober 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                : Tekstur dan Pola
Pertemuan ke   : 3


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

Ø  Tujuan Pembelajaran: mengapresiasi karya diri sendiri (Tekstur dan Pola)

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati dan mengenali tekstur pada berbagai benda dengan teliti menggunakan penglihatan dan perabaan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan tekstur kasar dan halus dengan benda-benda yang ada di lingkungan sekitar, seperti batu, kayu, daun, kapas, kain, kertas, dan benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengenal dan membedakan tekstur kasar dan halus melalui kegiatan mengamati, meraba, mencocokkan, dan mengelompokkan gambar atau benda.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: 

  1. Mengenal dan membedakan tekstur kasar dan tekstur halus dengan benar.
  2. Mengenal pola sebagai unsur rupa berupa pengulangan bentuk, garis, atau warna.
  3. Membuat karya seni rupa sederhana yang menggabungkan tekstur dan pola.
  4. Mengidentifikasi dan menyebutkan tekstur serta pola yang terdapat pada karya sendiri.
  5. Menyampaikan apresiasi terhadap karya sendiri dengan bahasa yang santun

📌 MATERI SENI RUPA

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Latihan, pengamatan, tanya jawab, dan penugasan

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, gambar benda, dan benda-benda di sekitar yang memiliki tekstur kasar dan halus.


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Sebelum memulai kegiatan, mari kita berdoa bersama, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar kegiatan hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, coba perhatikan dan rasakan benda yang ada di sekitar kalian. Pernahkah kalian menyentuh batu, kulit buah, meja, kapas, kain, atau kertas?

Bagaimana rasanya? Ada benda yang terasa kasar, dan ada juga yang terasa halus.

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan berbagai benda dengan bentuk dan permukaan yang berbeda-beda. Keberagaman tekstur tersebut membuat benda dan karya seni menjadi lebih menarik. 🌿✨

Hari ini kita akan belajar tentang tekstur, khususnya tekstur kasar dan halus.

Mari belajar dengan teliti, berani mencoba, dan menjaga benda yang kita gunakan. Semoga kita dapat mengenal dan membedakan tekstur dengan baik. 💖




1. Pengertian Tekstur

Tekstur adalah sifat atau keadaan permukaan suatu benda yang dapat dirasakan dengan indera peraba dan dapat dilihat.

Setiap benda dapat memiliki tekstur yang berbeda. Ada benda yang permukaannya kasar, dan ada benda yang permukaannya halus.

Contoh benda di sekitar kita:

  • Batu memiliki tekstur kasar.
  • Kulit pohon memiliki tekstur kasar.
  • Kapas memiliki tekstur lembut dan halus.
  • Kertas memiliki permukaan yang relatif halus.
  • Kain dapat memiliki tekstur halus atau kasar tergantung jenis kainnya.

2. Tekstur Kasar

Tekstur kasar adalah permukaan benda yang terasa tidak rata atau berbintil ketika disentuh.

Contoh benda yang memiliki tekstur kasar:

  • 🪨 Batu
  • 🌳 Kulit pohon
  • 🧱 Batu bata
  • 🪵 Kayu
  • 🥥 Kulit kelapa
  • 🏖️ Pasir
Ketika diraba, benda-benda tersebut terasa tidak licin dan permukaannya tidak rata.

3. Tekstur Halus

Tekstur halus adalah permukaan benda yang terasa lembut, rata, atau licin ketika disentuh.

Contoh benda yang memiliki tekstur halus:

  • ☁️ Kapas
  • 📄 Kertas
  • 🧵 Kain tertentu
  • 🥚 Kulit telur
  • 🪞 Kaca
  • 🧴 Permukaan botol plastik tertentu

Ketika diraba, benda-benda tersebut terasa lebih lembut, rata, atau licin.


4. Perbedaan Tekstur Kasar dan Halus

Tekstur KasarTekstur Halus
Permukaannya tidak rataPermukaannya rata atau lembut
Terasa kasar saat dirabaTerasa lembut atau licin saat diraba
Contoh: batuContoh: kertas
Contoh: kulit pohonContoh: kapas
Contoh: pasirContoh: kaca

5. Tekstur pada Karya Seni

Tekstur juga dapat ditemukan dalam karya seni rupa.

Seniman dapat menggunakan berbagai bahan untuk menghasilkan tekstur yang berbeda pada karya seni.

Contohnya:

  • Menempelkan pasir pada gambar untuk membuat tekstur kasar.
  • Menempelkan kapas untuk membuat tekstur lembut.
  • Menggunakan daun kering untuk memberikan tekstur tertentu.
  • Menggunakan kain untuk memberikan permukaan yang berbeda.

Dengan menggunakan berbagai tekstur, karya seni dapat menjadi lebih menarik dan memiliki keunikan.


6. Mengelompokkan Tekstur

Benda dapat dikelompokkan berdasarkan teksturnya.

🪨 Tekstur Kasar:
Batu, pasir, kulit pohon, batu bata, kayu.

☁️ Tekstur Halus:
Kapas, kertas, kaca, kain tertentu, kulit telur.


Ø Asesmen/Post Test



Ø Kunci Jawaban/Uraian:


Ø Kesimpulan Materi:

Kamis, 29. Oktober 2026

 

Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Matematika
Hari, Tanggal     : Kamis, 29 Oktober 2026
Fase/Kelas         : A/II
   Materi                : Mana kalimat matematika =
Pertemuan ke   : 2

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu menunjukan pemahaman makna simbol  matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar.

Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu menunjukan pemahaman makna simbol  matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100 menggunakan gambar

  • Mindful (Berkesadaran): Murid menyimak penjelasan dan mengamati nilai pada kedua ruas kalimat matematika dengan teliti.

  • Meaningful (Bermakna): Murid menghubungkan makna tanda sama dengan dengan kegiatan sehari-hari, seperti membandingkan jumlah pensil, buku, atau benda lainnya.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan kartu angka, benda konkret, diskusi, dan tantangan melengkapi kalimat matematika.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal simbol sama dengan (=).

  2. Memahami tanda sama dengan sebagai tanda bahwa kedua ruas memiliki nilai yang sama.

  3. Menunjukkan kesamaan nilai menggunakan benda konkret dan gambar.

  4. Membaca kalimat matematika yang menggunakan tanda sama dengan.

  5. Menentukan apakah dua kelompok benda memiliki jumlah yang sama.

  6. Melengkapi kalimat matematika sederhana dengan tanda sama dengan.

  7. Menentukan bilangan yang tepat untuk melengkapi kalimat matematika.

  8. Menyelesaikan masalah sederhana terkait kesamaan nilai dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak sholeh dan sholehah, siapa yang menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya? Benar, Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Yang Maha Pencipta. Allah menciptakan berbagai macam tumbuhan, buah-buahan, dan hewan dengan bentuk dan jumlah yang beragam. Masyaallah, betapa besar kebesaran Allah! 🌿🍎

Sekarang, coba perhatikan contoh berikut. Allah menciptakan buah apel yang dapat kita amati saat belajar berhitung. Ibu memiliki 3 buah apel, sedangkan Ayah juga memiliki 3 buah apel.

🍎🍎🍎 = 🍎🍎🍎

Apakah jumlah apel Ibu dan Ayah sama? Ya, jumlahnya sama, yaitu 3 buah apel.

Dalam matematika, kita menuliskannya dengan kalimat 3 = 3. Simbol = dibaca sama dengan dan menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri sama dengan nilai di sebelah kanan.

Bagaimana jika Ibu memiliki 2 buah apel dan Ayah memiliki 4 buah apel? Apakah jumlahnya sama? Tidak, karena 2 tidak sama dengan 4.

Melalui contoh tersebut, hari ini kita akan belajar memahami makna simbol sama dengan (=), membandingkan nilai pada kedua ruas, serta menentukan apakah kalimat matematika memiliki nilai yang sama.

Anak-anak, dengan belajar matematika, kita dapat melatih ketelitian sekaligus mensyukuri nikmat akal dan ilmu yang Allah Swt. berikan. Yuk, belajar dengan semangat, teliti, dan gembira! 🌸📚


📌 MATERI: MAKNA SIMBOL MATEMATIKA “=”

A. Mengenal Simbol Sama Dengan (=)

Simbol = dibaca sama dengan.

Tanda sama dengan digunakan untuk menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri dan nilai di sebelah kanan memiliki jumlah atau nilai yang sama.

Contoh:

3 = 3

Artinya, nilai 3 di sebelah kiri sama dengan nilai 3 di sebelah kanan.

Contoh lainnya:

5 = 5

8 = 8

10 = 10

Ingat, tanda sama dengan bukan sekadar tanda untuk menuliskan jawaban. Tanda ini menunjukkan bahwa kedua ruas memiliki nilai yang sama.


B. Memahami Tanda Sama Dengan Menggunakan Benda Konkret

Perhatikan contoh berikut.

🍎🍎🍎 = 🍎🍎🍎

Di sebelah kiri terdapat 3 apel dan di sebelah kanan terdapat 3 apel.

Karena jumlahnya sama, kalimat matematikanya adalah:

3 = 3

Contoh lainnya:

✏️✏️✏️✏️ = ✏️✏️✏️✏️

Jumlah pensil di kedua kelompok sama-sama 4.

Jadi:

4 = 4

Anak-anak dapat menggunakan stik es krim, pensil, atau benda lain untuk membuktikan bahwa kedua kelompok memiliki jumlah yang sama.


C. Tanda Sama Dengan pada Kalimat Matematika

Tanda sama dengan juga dapat digunakan pada kalimat matematika yang memuat operasi hitung.

Perhatikan contoh berikut.

1. Penjumlahan

2 + 3 = 5

Artinya, hasil dari 2 ditambah 3 adalah 5. Nilai di sebelah kiri sama dengan nilai di sebelah kanan.

2. Pengurangan

7 − 2 = 5

Artinya, hasil dari 7 dikurangi 2 adalah 5. Kedua ruas memiliki nilai yang sama.

3. Kesamaan nilai pada kedua ruas

4 + 2 = 3 + 3

Ruas kiri: 4 + 2 = 6

Ruas kanan: 3 + 3 = 6

Karena kedua ruas bernilai 6, maka:

4 + 2 = 3 + 3

Jadi, tanda sama dengan dapat digunakan ketika kedua ruas memiliki nilai yang sama, meskipun bentuk perhitungannya berbeda.


D. Melengkapi Kalimat Matematika

Anak-anak, perhatikan contoh berikut.

Contoh 1

3 + 2 = ...

3 + 2 = 5

Jadi, bilangan yang tepat adalah 5.

Contoh 2

4 + 1 = 2 + ...

Ruas kiri: 4 + 1 = 5.

Agar ruas kanan bernilai 5, maka 2 + 3 = 5.

Jadi:

4 + 1 = 2 + 3

Contoh 3

6 = 4 + ...

Agar kedua ruas memiliki nilai yang sama, kita mencari bilangan yang jika ditambahkan dengan 4 hasilnya 6.

4 + 2 = 6.

Jadi:

6 = 4 + 2


E. Menentukan Kalimat Matematika yang Benar atau Salah

Perhatikan beberapa contoh berikut.

1. 3 + 2 = 5

Benar, karena kedua ruas bernilai 5.

2. 4 + 1 = 6

Salah, karena ruas kiri bernilai 5, sedangkan ruas kanan bernilai 6.

3. 2 + 4 = 3 + 3

Benar, karena kedua ruas bernilai 6.

4. 7 − 2 = 4

Salah, karena ruas kiri bernilai 5, sedangkan ruas kanan bernilai 4.

Untuk mengetahui benar atau salah, kita harus menghitung nilai pada kedua ruas terlebih dahulu.


F. Tanda Sama Dengan dalam Kehidupan Sehari-hari

Tanda sama dengan dapat membantu kita memahami kesamaan jumlah benda.

Contoh 1

Aisyah memiliki 4 pensil. Bilal juga memiliki 4 pensil.

Kalimat matematikanya:

4 = 4

Jadi, jumlah pensil Aisyah sama dengan jumlah pensil Bilal.

Contoh 2

Di meja terdapat 3 buku dan 2 buku tambahan. Di meja lain terdapat 5 buku.

Kalimat matematikanya:

3 + 2 = 5

Jadi, jumlah buku pada kedua kelompok sama, yaitu 5 buku.


🌟 INGAT!

  • Simbol = dibaca sama dengan.

  • Tanda sama dengan menunjukkan bahwa kedua ruas memiliki nilai yang sama.

  • Kedua ruas dapat berupa bilangan, penjumlahan, atau pengurangan.

  • Bentuk perhitungan boleh berbeda, asalkan nilainya sama.

  • Hitung kedua ruas dengan teliti sebelum menentukan benar atau salah.

Ø Soal Asesmen / Post-Test

Petunjuk: Bacalah setiap soal dengan teliti. Hitunglah nilai kedua ruas jika diperlukan, kemudian jawablah dengan benar.

  1. Perhatikan kalimat matematika berikut: 5 = 5. Apa makna tanda sama dengan pada kalimat tersebut?

  2. Rani memiliki 4 pensil. Dita juga memiliki 4 pensil. Tuliskan kalimat matematika yang menunjukkan bahwa jumlah pensil mereka sama.

  3. Lengkapilah kalimat matematika berikut: 3 + 2 = ....

  4. Perhatikan kalimat matematika berikut: 4 + 2 = 3 + 3. Apakah kalimat matematika tersebut benar? Jelaskan alasanmu.

  5. Di sebelah kiri terdapat 7 kelereng. Di sebelah kanan terdapat 5 kelereng dan 2 kelereng tambahan. Tuliskan kalimat matematika yang menunjukkan kesamaan jumlah kelereng tersebut.



Ø Kunci Jawaban/uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi


Jum'at, 30 Oktober 2026

  Nama Guru            : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd.  Mata Pelajaran   : Seni Rupa Hari, Tanggal       : Jum'at, 30 Okt...