30 Agustus 2026

Pendidikan Pancasila

Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Pendidikan Pancasila
Hari, Tanggal     : Senin, 31 Agustus 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                :  Makna Simbol Sila Pancasila 
Pertemuan ke   : 3


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

Ø  Tujuan Pembelajaran: Memahami simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila. 

    - Mindful (Berkesadaran) : Peserta didik dapat secara sadar mengenali, mengamati, dan merefleksikan simbol-simbol Pancasila pada lambang negara Garuda Pancasila serta memahami hubungan setiap simbol dengan sila-sila Pancasila. Peserta didik menyadari bahwa nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

    - Meaningful (Bermakna) : Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan makna setiap simbol Pancasila dengan sila-sila Pancasila serta menghubungkannya dengan contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari, seperti beribadah, menghargai teman, bekerja sama, bermusyawarah, dan bersikap adil. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

    - Joyful (Menyenangkan) : Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan mengenai simbol dan sila-sila Pancasila melalui berbagai aktivitas seperti permainan mencocokkan simbol dengan sila, bernyanyi lagu tentang Pancasila, kuis interaktif bertema simbol-simbol Pancasila.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: Menjelaskan makna sederhana dari simbol setiap sila Pancasila. 

📌 MATERI PENDIDIKAN PANCASILA

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran, gambar garuda pancasila

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Lima sila Pancasila memiliki simbol pada perisai Garuda Pancasila. Nilai-nilai Pancasila dapat kita hubungkan dengan mengenal Allah melalui Asmaul Husna Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan manusia, hewan, tumbuhan, dan seluruh alam. Hal ini dapat kita hubungkan dengan sila ke-1, Bintang – Ketuhanan Yang Maha Esa. Kita menunjukkan rasa syukur dengan beribadah, menjaga ciptaan Allah, dan menghargai sesama.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, yang memiliki dan mengatur seluruh alam. Hal ini dapat kita hubungkan dengan nilai persatuan dan hidup tertib dalam Pancasila. Kita dapat menerapkannya dengan menaati aturan, hidup rukun, menghargai teman, dan menjaga lingkungan.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Hal ini dapat kita hubungkan dengan sila ke-5, Padi dan Kapas – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Kita dapat menerapkannya dengan bersyukur, berbagi, saling menolong, dan bersikap adil kepada semua teman.
Perhatikan gambar berikut!
Gambar apakah yang bu guru pegang ? Iya benar sekali gambar Garuda Pancasila. 
Garuda Pancasila adalah lambang negara Indonesia.

Sekarang perhatikan video berikut ini!
Mengenal Simbol dan Sila-Sila Pancasila
Apa itu Pancasila?
Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Pancasila menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
Pancasila memiliki lima sila. Setiap sila memiliki simbol yang terdapat pada perisai Garuda Pancasila

Garuda Pancasila
Garuda Pancasila adalah lambang negara Indonesia.
Di bagian dada Garuda terdapat perisai yang berisi lima simbol Pancasila.
Kelima simbol tersebut mempunyai arti yang berbeda.

Makna Simbol sila Pancasila
⭐ 1. Bintang – Sila Pertama
Ketuhanan Yang Maha Esa. Simbolnya adalah bintang. Bintang melambangkan cahaya Tuhan yang menerangi kehidupan manusia.
Contoh sikap:
  • Rajin beribadah.
  • Berdoa sebelum belajar.
  • Menghormati teman yang berbeda agama.
  • Tidak mengganggu teman yang sedang beribadah.
⛓️ 2. Rantai – Sila Kedua
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Simbolnya adalah rantai. Rantai melambangkan hubungan antarmanusia yang saling membutuhkan dan menyayangi.
Contoh sikap:
  • Menolong teman.
  • Bersikap sopan.
  • Tidak mengejek teman.
  • Menyayangi sesama.
🌳 3. Pohon Beringin – Sila Ketiga
Persatuan Indonesia. Simbolnya adalah pohon beringin. Pohon beringin melambangkan tempat berlindung dan persatuan. Indonesia memiliki banyak perbedaan, tetapi kita tetap bersatu.
Contoh sikap:
  • Bermain bersama tanpa membeda-bedakan teman.
  • Bekerja sama.
  • Menjaga kerukunan.
  • Bangga menjadi anak Indonesia.
🐃 4. Kepala Banteng – Sila Keempat
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Simbolnya adalah kepala banteng. Banteng adalah hewan yang suka hidup berkelompok. Simbol ini mengajarkan kita untuk bermusyawarah dan mengambil keputusan bersama.
Contoh sikap:
  • Mendengarkan pendapat teman.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Berdiskusi bersama.
  • Menerima hasil musyawarah.
🌾 5. Padi dan Kapas – Sila Kelima
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Simbolnya adalah padi dan kapas. Padi melambangkan pangan, sedangkan kapas melambangkan sandang. Keduanya menggambarkan kebutuhan dasar manusia dan kehidupan yang sejahtera.
Contoh sikap:
  • Bersikap adil kepada teman.
  • Mau berbagi.
  • Tidak pilih kasih.
  • Menghargai hak orang lain.
Sikap yang Mencerminkan Pancasila
Sebagai pelajar, kita dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan cara:
  • 🙏 Berdoa sebelum belajar.
  • 🤝 Menolong teman.
  • 😊 Bermain rukun tanpa membeda-bedakan teman.
  • 🗣️ Bermusyawarah saat menentukan keputusan.
  • ⚖️ Bersikap adil kepada semua teman.
  • ❤️ Menghormati guru, orang tua, dan teman.

Ø  Soal Asesmen

      

Ø  Kunci jawaban dan uraian:



📌 Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran

Materi Ajar Senin, 31 Agustus 2026 Bahasa Indonesia

Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : B.INDONESIA
Hari, Tanggal     : Senin, 31 Agustus 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                : Kalimat dengan kombinasi S-P-O
Pertemuan ke   : 2


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mmahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural. (kalimat kombinasi S-P-O (Subjek-Predikat-Objek))

Ø  Tujuan Pembelajaran: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar )kalimat dengan kombinasi S-P-O (Subjek-Predikat-Objek) dengan tepat).

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak percakapan dengan saksama dan menemukan informasi penting serta mengenali bagian Subjek, Predikat, dan Objek dalam kalimat.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan kalimat S-P-O dengan kegiatan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun kalimat S-P-O melalui permainan menyusun kartu kata, melengkapi kalimat, membaca percakapan, dan membuat kalimat sederhana.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: Mengidentifikasi unsur S-P-O dalam kalimat sederhana dan Murid dapat menyusun kalimat dengan struktur S-P-O dengan tepat.

📌 MATERI BAHASA INDONESIA

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran
 
 


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar memahami informasi melalui percakapan sederhana tentang diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Kita dapat membuat percakapan sederhana tentang ciptaan Allah dengan kalimat S-P-O, misalnya: “Ibu memasak nasi.”
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita dapat memahami percakapan tentang keluarga dan lingkungan dengan memperhatikan siapa yang melakukan kegiatan dan apa yang dilakukan, misalnya: “Ayah membaca buku.”
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Kita dapat memahami percakapan tentang rezeki dan kegiatan sehari-hari, misalnya: “Ibu membeli buah.” Kita belajar mendengarkan dengan baik dan menyebutkan kalimat S-P-O dengan tepat.

Perhatikan Video berikut!

 

 

A. Apa Itu Kalimat?

Kalimat adalah kumpulan kata yang memiliki makna.

Contoh:

Ibu memasak nasi.

Kalimat tersebut memiliki tiga bagian:

  • S (Subjek): Ibu → orang yang melakukan kegiatan.
  • P (Predikat): memasak → kegiatan yang dilakukan.
  • O (Objek): nasi → sesuatu yang dikenai kegiatan.

Jadi:

Ibu | memasak | nasi.
  S   |        P         |  O

 

B. Mengenal S-P-O

1. Subjek (S)
Subjek adalah orang atau benda yang melakukan kegiatan.

Contoh:

  • Ayah
  • Ibu
  • Rani
  • Kakak

2. Predikat (P)
Predikat adalah kata yang menunjukkan kegiatan.

Contoh:

  • membaca
  • menulis
  • membawa
  • membeli
  • mencuci

3. Objek (O)
Objek adalah sesuatu yang dikenai kegiatan.

Contoh:

  • buku
  • pensil
  • makanan
  • baju
  • bola

 

C. Contoh Kalimat S-P-O

  1. Rani membaca buku.
    S = Rani
    P = membaca
    O = buku
  2. Ayah mencuci mobil.
    S = Ayah
    P = mencuci
    O = mobil
  3. Ibu membeli sayur.
    S = Ibu
    P = membeli
    O = sayur
  4. Kakak membawa tas.
    S = Kakak
    P = membawa
    O = tas.

 

💬 D. Percakapan Sederhana

Alya: “Rani, apa yang kamu lakukan?”
Rani: “Aku membaca buku.”
Alya: “Buku apa yang kamu baca?”
Rani: “Aku membaca buku cerita.”

 

Contoh kalimat S-P-O dalam percakapan:

Aku | membaca | buku cerita.
       |                        O

Ø  Soal Asesmen:



  • Ø  Kunci jawaban dan uraian:


    📌 Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran


    27 Agustus 2026

    Materi Ajar Jum'at, 28 Agustus 2026

     Nama Guru : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 

    Mata Pelajaran : Seni Rupa

    Hari, Tanggal : Jum'at, 28 Agustus 2026

    Fase/Kelas : A/II

    Materi : Warna Primer

    Pertemuan ke : 2



    Ø Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.


    Ø Tujuan Pembelajaran: Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa. (Perbedaan Warna primer dan warna sekunder)


        - Mindful (Berkesadaran) : Murid dapat secara sadar mengamati dan mengenali perbedaan warna pada benda dan karya seni di sekitarnya serta menyebutkan warna primer dengan tepat.


        - Meaningful (Bermakna) : Murid dapat mengaitkan warna primer dengan kehidupan sehari-hari dan keindahan ciptaan Allah, seperti warna bunga, buah, langit, dan benda di lingkungan sekitar.


        - Joyful (Menyenangkan) : Murid dapat belajar mengenal warna primer melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti permainan mencari warna, mencocokkan warna, mewarnai, dan mencampur warna sederhana.


    Ø Alur Tujuan Pembelajaran: Menyebutkan pengertian dan jenis warna primer dengan bahasa sederhana.


    📌 MATERI SENI RUPA

    Ø Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning

    Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran, Benda di lingkungan sekitar




    Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh

    Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! 💖

    Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

    Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

    Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar mengenal dan mensyukuri berbagai warna ciptaan Allah.


    Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan seluruh alam dengan berbagai warna yang indah. Kita dapat mengamati warna bunga, buah, daun, dan langit sebagai contoh keindahan ciptaan Allah.

    Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita belajar menjaga dan menghargai keindahan warna yang ada di sekitar kita serta mengenal warna primer, yaitu merah, kuning, dan biru.

    Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita dapat mensyukuri rezeki dengan menggunakan warna secara kreatif dalam karya seni dan menjaga lingkungan sebagai bentuk rasa syukur

    🌈 A. Mengenal Warna

    Warna adalah salah satu unsur penting dalam karya seni rupa. Warna membuat gambar atau karya seni menjadi lebih indah, menarik, dan hidup.

    Contoh:


    🍎 Apel dapat berwarna merah.

    🍌 Pisang dapat berwarna kuning.

    🌊 Air laut dapat digambarkan berwarna biru.

    🔴 C. Warna Merah

    Merah merupakan salah satu warna primer. Contoh benda yang dapat berwarna merah:


    🍎 Apel

    🍓 Stroberi

    🌹 Bunga mawar

    🧣 Syal

    Contoh kalimat:

    "Apel pada gambar berwarna merah."


    🟡 D. Warna Kuning

    Kuning merupakan salah satu warna primer. Contoh benda yang dapat berwarna kuning:


    🍌 Pisang

    🌻 Bunga matahari

    ⭐ Bintang

    🐤 Anak ayam

    Contoh kalimat:

    "Pisang pada gambar berwarna kuning." 


    🔵 E. Warna Biru

    Biru merupakan salah satu warna primer. Contoh benda yang dapat berwarna biru:


    ☁️ Langit

    🌊 Laut

    🪣 Ember

    🦋 Kupu-kupu

    Contoh kalimat:

    "Langit pada gambar berwarna

     biru."


    Ø Soal Asesmen:



    Materi Ajar Jum'at, 28 Agustus 2026

     Nama Guru : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 

    Mata Pelajaran : B.INDONESIA

    Hari, Tanggal : Jum'at, 28 Agustus 2026

    Fase/Kelas : A/II

    Materi : Kalimat dengan kombinasi S-P-O

    Pertemuan ke : 1



    Ø Capaian Pembelajaran: Murid mampu mmahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural. (kalimat kombinasi S-P-O (Subjek-Predikat-Objek))


    Ø Tujuan Pembelajaran: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar )kalimat dengan kombinasi S-P-O (Subjek-Predikat-Objek) dengan tepat).


    Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak percakapan dengan saksama dan menemukan informasi penting serta mengenali bagian Subjek, Predikat, dan Objek dalam kalimat.

    Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan kalimat S-P-O dengan kegiatan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

    Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun kalimat S-P-O melalui permainan menyusun kartu kata, melengkapi kalimat, membaca percakapan, dan membuat kalimat sederhana.

    Ø Alur Tujuan Pembelajaran: Mengenal pengertian Subjek, Predikat, dan Objek.


    📌 MATERI BAHASA INDONESIA

    Ø Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning

    Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran




    Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh

    Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! 💖

    Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

    Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

    Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar memahami informasi melalui percakapan sederhana tentang diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.


    Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Kita dapat membuat percakapan sederhana tentang ciptaan Allah dengan kalimat S-P-O, misalnya: “Ibu memasak nasi.”

    Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita dapat memahami percakapan tentang keluarga dan lingkungan dengan memperhatikan siapa yang melakukan kegiatan dan apa yang dilakukan, misalnya: “Ayah membaca buku.”

    Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Kita dapat memahami percakapan tentang rezeki dan kegiatan sehari-hari, misalnya: “Ibu membeli buah.” Kita belajar mendengarkan dengan baik dan menyebutkan kalimat S-P-O dengan tepat.

    Perhatikan Video berikut!




     


     


    A. Apa Itu Kalimat?


    Kalimat adalah kumpulan kata yang memiliki makna.


    Contoh:


    Ibu memasak nasi.


    Kalimat tersebut memiliki tiga bagian:


    S (Subjek): Ibu → orang yang melakukan kegiatan.

    P (Predikat): memasak → kegiatan yang dilakukan.

    O (Objek): nasi → sesuatu yang dikenai kegiatan.

    Jadi:


    Ibu | memasak | nasi.

      S | P | O


     


    B. Mengenal S-P-O


    1. Subjek (S)

    Subjek adalah orang atau benda yang melakukan kegiatan.


    Contoh:


    Ayah

    Ibu

    Rani

    Kakak

    2. Predikat (P)

    Predikat adalah kata yang menunjukkan kegiatan.


    Contoh:


    membaca

    menulis

    membawa

    membeli

    mencuci

    3. Objek (O)

    Objek adalah sesuatu yang dikenai kegiatan.


    Contoh:


    buku

    pensil

    makanan

    baju

    bola

     


    C. Contoh Kalimat S-P-O


    Rani membaca buku.

    S = Rani

    P = membaca

    O = buku

    Ayah mencuci mobil.

    S = Ayah

    P = mencuci

    O = mobil

    Ibu membeli sayur.

    S = Ibu

    P = membeli

    O = sayur

    Kakak membawa tas.

    S = Kakak

    P = membawa

    O = tas.

     


    💬 D. Percakapan Sederhana


    Alya: “Rani, apa yang kamu lakukan?”

    Rani: “Aku membaca buku.”

    Alya: “Buku apa yang kamu baca?”

    Rani: “Aku membaca buku cerita.”


     


    Contoh kalimat S-P-O dalam percakapan:


    Aku | membaca | buku cerita.

    S | P | O


    Ø Soal Asesmen:

    26 Agustus 2026

    Materi Ajar Kamis, 27 Agustus 2026

    Nama Guru : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 

    Mata Pelajaran : Matematika

    Hari, Tanggal : Kamis, 27 Agustus 2026

    Fase/Kelas : A/II

    Materi : Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan 

    Pertemuan ke : 3



    Ø Capaian Pembelajaran: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).


    Ø Tujuan Pembelajaran: Membandingkan dan mengurutkan bilangan


        - Mindful (Berkesadaran) : Murid dapat secara sadar mengamati dan memahami cara membandingkan serta mengurutkan bilangan dengan teliti dan percaya diri.


        - Meaningful (Bermakna) : Murid dapat mengaitkan kegiatan membandingkan dan mengurutkan bilangan dengan kehidupan sehari-hari, seperti membandingkan jumlah benda, banyaknya buah, atau urutan nomor.


        - Joyful (Menyenangkan) : Murid dapat belajar membandingkan dan mengurutkan bilangan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti permainan kartu angka, menyusun bilangan dari terkecil ke terbesar, kuis, dan lomba kelompok.


    Ø Alur Tujuan Pembelajaran:


    Mengenal simbol > (lebih besar), < (lebih kecil), dan = (sama dengan).

    Membandingkan dua bilangan sampai 100 dengan tepat.

    Mengurutkan bilangan dari terkecil ke terbesar dan sebaliknya.

    📌 MATERI MATEMATIKA

    Ø Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning

    Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran, Benda Konkret (stik es krim)




    Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh

    Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! 💖

    Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

    Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

    Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menggunakan bilangan dengan teliti dan bersyukur atas segala sesuatu yang Allah berikan.


    Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Kita dapat mengamati berbagai benda ciptaan Allah dan membandingkan jumlahnya, misalnya mana yang lebih banyak dan lebih sedikit.

    Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita belajar menggunakan bilangan dengan teliti dan tertib, misalnya mengurutkan bilangan dari yang terkecil hingga terbesar.

    Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan menghitung dan membandingkan jumlah benda yang kita miliki secara tepat, tanpa berlebihan.

    📚 Materi: Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan sampai 100

    1. Mengenal Bilangan sampai 100

    Bilangan sampai 100 terdiri dari bilangan 0 sampai 100.


    Contoh:

    23, 45, 67, 81, 99, 100


    Setiap bilangan memiliki:


    Puluhan

    Satuan

    Contoh:

    47


    4 puluhan = 40

    7 satuan = 7

    Jadi, 47 = 40 + 7

    2. Membandingkan Bilangan

    Membandingkan bilangan berarti menentukan bilangan mana yang lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan bilangan lainnya.


    Gunakan tanda:


    Tanda Arti

    > lebih besar dari

    < lebih kecil dari

    = sama dengan

    Contoh:

    35 dan 52


    Perhatikan angka puluhannya:


    35 memiliki 3 puluhan

    52 memiliki 5 puluhan

    Karena 5 puluhan lebih banyak daripada 3 puluhan, maka:


    35 < 52 


    3. Cara Membandingkan Bilangan

    Untuk membandingkan dua bilangan:


    Langkah 1: Bandingkan angka puluhan.


    Contoh:

    68 dan 45


    6 puluhan lebih banyak daripada 4 puluhan.


    Jadi:

    68 > 45


    Langkah 2: Jika angka puluhannya sama, bandingkan angka satuan.


    Contoh:

    73 dan 78


    Keduanya memiliki 7 puluhan.

    Bandingkan satuannya:


    3 satuan

    8 satuan

    Karena 3 lebih kecil daripada 8, maka:



    73 < 78

    25 Agustus 2026

    Pendidikan Antikorupsi

    Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
    Mata Pelajaran  : Pendidikan Anti Korupsi
    Hari, Tanggal     : Rabu, 26 Agustus 2026
    Fase/Kelas         : A/II
    Materi                : Sikap Jujur
    Pertemuan ke   : 5


    Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenal dan menerapkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

    Ø  Tujuan Pembelajaran: Murid dapat menyebutkan contoh sikap jujur

        - Mindful (Berkesadaran) : Peserta didik dapat secara sadar mengenali dan merefleksikan pentingnya sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik menyadari bahwa berkata sesuai kenyataan, mengakui kesalahan, dan tidak mengambil milik orang lain merupakan contoh perilaku jujur.

        - Meaningful (Bermakna) : Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan contoh sikap jujur dengan kehidupan sehari-hari, seperti berkata benar kepada guru dan orang tua, mengakui kesalahan, tidak menyontek, serta mengembalikan barang yang bukan miliknya. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa kejujuran merupakan sikap terpuji yang perlu dibiasakan.

        - Joyful (Menyenangkan) : Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya tentang sikap jujur secara kreatif dan menyenangkan melalui permainan memilih perilaku jujur dan tidak jujur, kuis, bermain peran, serta kegiatan mencocokkan contoh perilaku dengan sikap jujur.

    Ø  Alur Tujuan Pembelajaran:

    1. Menjelaskan arti sikap jujur dengan sederhana.
    2. Menyebutkan contoh sikap jujur di sekolah.
    3. Menyebutkan contoh sikap jujur di rumah.

    📌 MATERI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI

    Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
    Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran

    Bismillahirrahmanirrahim. 

    Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! 💖
    Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
    Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

    Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

    1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
    2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
    3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

    SIKAP JUJUR


    Apa itu Jujur?

    Jujur adalah berkata dan berbuat sesuai dengan kenyataan. Orang yang jujur tidak berbohong, tidak menipu, dan mau mengakui kesalahan.


    Mengapa Kita Harus Jujur?

    Jika kita jujur:

    • 🌟 Teman akan percaya kepada kita.
    • 🌟 Guru dan orang tua akan bangga.
    • 🌟 Hati menjadi tenang.
    • 🌟 Memiliki banyak teman.


    Contoh Perilaku Tidak Jujur

    ❌ Berbohong kepada orang tua.

    ❌ Menyontek pekerjaan teman.

    ❌ Mengaku memiliki barang yang bukan miliknya.

    ❌ Menyembunyikan kesalahan.


    Cara Membiasakan Sikap Jujur

    ✔ Berkata apa adanya.

    ✔ Berani mengakui kesalahan.

    ✔ Tidak mengambil barang milik orang lain.

    ✔ Mengembalikan barang yang ditemukan.

    ✔ Meminta maaf jika melakukan kesalahan.


    Ø  Soal/Post test

    Ø  Kunci jawaban dan uraian:


    📌 Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran

    Pendidikan Pancasila

    Nama Guru            : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd.  Mata Pelajaran   : Pendidikan Pancasila Hari, Tanggal       : Senin, 31...