03 September 2026

Materi Ajar Seni Rupa

 

Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Seni Rupa
Hari, Tanggal     : Kamis, 3 September 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                :  Warna Sekunder
Pertemuan ke   : 3


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa. (Perbedaan Warna primer dan warna sekunder)

    - Mindful (Berkesadaran) : Murid dapat secara sadar mengamati dan mengenali perbedaan warna pada benda dan karya seni di sekitarnya serta menyebutkan warna primer dengan tepat.

    - Meaningful (Bermakna) : Murid dapat mengaitkan warna sekunder dengan kehidupan sehari-hari dan keindahan ciptaan Allah, seperti warna bunga, buah, langit, dan benda di lingkungan sekitar.

    - Joyful (Menyenangkan) : Murid dapat belajar mengenal warna sekunder melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti permainan mencari warna, mencocokkan warna, mewarnai, dan mencampur warna sederhana.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: Menyebutkan pengertian dan jenis warna sekunder dengan bahasa sederhana.

📌 MATERI SENI RUPA

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran, Benda di lingkungan sekitar


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar mengenal dan mensyukuri berbagai warna ciptaan Allah.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan seluruh alam dengan berbagai warna yang indah. Kita dapat mengamati warna bunga, buah, daun, dan langit sebagai contoh keindahan ciptaan Allah.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita belajar menjaga dan menghargai keindahan warna yang ada di sekitar kita serta mengenal warna primer, yaitu merah, kuning, dan biru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita dapat mensyukuri rezeki dengan menggunakan warna secara kreatif dalam karya seni dan menjaga lingkungan sebagai bentuk rasa syukur

Anak-anak hebat, mari kita belajar dengan semangat, ceria, dan penuh rasa syukur!
Semoga melalui pembelajaran hari ini kita semakin mengenal kebesaran Allah dan mampu menghargai keindahan ciptaan-Nya. 💖🌈

 


1. Apa Itu Warna Sekunder?

Warna sekunder adalah warna yang dihasilkan dari pencampuran dua warna primer dengan jumlah yang seimbang.

2. Warna Primer

Warna primer adalah warna dasar yang tidak berasal dari campuran warna lain.

Ada 3 warna primer:

  • 🔴 Merah
  • 🟡 Kuning
  • 🔵 Biru

3. Macam-Macam Warna Sekunder

Campuran Warna PrimerMenghasilkan
🔴 Merah + 🟡 Kuning🟠 Jingga/Oranye
🟡 Kuning + 🔵 Biru🟢 Hijau
🔴 Merah + 🔵 Biru🟣 Ungu

4. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

🟠 Jingga dapat kita lihat pada warna jeruk dan wortel.
🟢 Hijau dapat kita lihat pada daun dan rumput.
🟣 Ungu dapat kita lihat pada bunga tertentu, seperti bunga violet.


Warna sekunder terdiri dari jingga, hijau, dan ungu. Warna sekunder diperoleh dengan mencampurkan dua warna primer.

🎨 Merah + Kuning = Jingga
🎨 Kuning + Biru = Hijau
🎨 Merah + Biru = Ungu

Ø Soal Asesmen

A. Asesmen Formatif (Pilihan Ganda)

Pilihlah jawaban yang tepat!

  1. Warna sekunder adalah warna yang diperoleh dari ....
    a. satu warna saja
    b. pencampuran dua warna primer
    c. warna hitam dan putih
  2. Merah dicampur kuning akan menghasilkan warna ....
    a. hijau
    b. ungu
    c. jingga
  3. Kuning dicampur biru akan menghasilkan warna ....
    a. hijau
    b. jingga
    c. ungu
  4. Merah dicampur biru akan menghasilkan warna ....
    a. jingga
    b. ungu
    c. hijau
  5. Berikut yang termasuk warna sekunder adalah ....
    a. merah, kuning, biru
    b. jingga, hijau, ungu
    c. hitam, putih, abu-abu

B. Isian Singkat

  1. Tiga warna primer adalah ..., ..., dan ....
  2. Warna merah + kuning menghasilkan warna ....
  3. Warna kuning + biru menghasilkan warna ....
  4. Warna merah + biru menghasilkan warna ....
  5. Sebutkan tiga warna sekunder!
    Jawab: ..., ..., dan ....

Ø  Kunci jawaban dan uraian:


📌 Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran


02 September 2026

Materi Ajar Matematika

Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Matematika
Hari, Tanggal     : Kamis, 3 September 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                : Komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100
Pertemuan ke   : 2


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

Ø  Tujuan Pembelajaran: Murid mampu Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama serta memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan pada suatu bilangan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan konsep komposisi dan dekomposisi bilangan dengan benda-benda yang ada di sekitar, seperti stik es krim, kelereng, pensil, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun dan mengurai bilangan melalui permainan kartu angka, benda konkret, serta kegiatan memasangkan bilangan dengan bentuk puluhan dan satuannya.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi nilai tempat puluhan dan satuan.
  2. Mengenal konsep komposisi bilangan.
  3. Menyusun bilangan berdasarkan puluhan dan satuan.
  4. Mengenal konsep dekomposisi bilangan.
  5. Mengurai bilangan menjadi puluhan dan satuan.
  6. Menyelesaikan latihan komposisi dan dekomposisi bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

📌 MATERI MATEMATIKA

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran, Benda Konkret (stik es krim)


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar memahami bahwa Allah menciptakan, menguasai, dan memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita juga dapat belajar menyusun dan mengurai bilangan dengan teliti.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Kita dapat mengamati jumlah benda ciptaan Allah dan menyusun bilangan dari beberapa bagian, misalnya 5 dapat disusun dari 2 dan 3.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita belajar mengurai bilangan menjadi beberapa bagian, misalnya 7 dapat diurai menjadi 5 dan 2.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Kita dapat menggunakan contoh makanan atau buah sebagai benda untuk menyusun dan mengurai bilangan, serta mensyukuri rezeki yang Allah berikan.

Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. 🌟

 


A. Apa Itu Komposisi Bilangan?

Komposisi bilangan adalah kegiatan menyusun beberapa bagian menjadi satu bilangan.

Bilangan dapat disusun berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

30 + 5 = 35

  • 30 = 3 puluhan
  • 5 = 5 satuan

Jadi:

3 puluhan + 5 satuan = 35

Contoh lainnya:

  • 20 + 7 = 27
  • 40 + 3 = 43
  • 50 + 8 = 58
  • 70 + 6 = 76
  • 90 + 4 = 94

B. Apa Itu Dekomposisi Bilangan?

Dekomposisi bilangan adalah kegiatan menguraikan sebuah bilangan menjadi beberapa bagian.

Bilangan diuraikan berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

35 = 30 + 5

  • 3 puluhan = 30
  • 5 satuan = 5

Jadi:

35 = 30 + 5

Contoh lainnya:

  • 27 = 20 + 7
  • 43 = 40 + 3
  • 58 = 50 + 8
  • 76 = 70 + 6
  • 94 = 90 + 4

C. Hubungan Komposisi dan Dekomposisi

Komposisi dan dekomposisi adalah kebalikan.

Komposisi: menyusun
➡️ 40 + 6 = 46

Dekomposisi: menguraikan
➡️ 46 = 40 + 6

Jadi, kita dapat menyusun dan mengurai bilangan menggunakan puluhan dan satuan.


D. Contoh Bilangan sampai 100

Bilangan

Puluhan

Satuan

Dekomposisi

12

10

2

10 + 2

25

20

5

20 + 5

34

30

4

30 + 4

47

40

7

40 + 7

53

50

3

50 + 3

68

60

8

60 + 8

75

70

5

70 + 5

82

80

2

80 + 2

96

90

6

90 + 6

100

100

0

100 + 0

 

🌟 Ingat!

Komposisi = menyusun
➡️ 60 + 7 = 67

Dekomposisi = mengurai
➡️ 67 = 60 + 7

Puluhan berada di depan, satuan berada di belakang.


Ø  Soal Asesmen:


Ø  Kunci jawaban dan uraian:


📌 Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran

01 September 2026

Materi Ajar Pendidikan Pancasila

Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Pendidikan Pancasila
Hari, Tanggal     : Rabu, 2 September 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                :  Makna Simbol Sila Pancasila 
Pertemuan ke   : 4


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

Ø  Tujuan Pembelajaran: Memahami simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila. 

    - Mindful (Berkesadaran) : Peserta didik dapat secara sadar mengenali, mengamati, dan merefleksikan simbol-simbol Pancasila pada lambang negara Garuda Pancasila serta memahami hubungan setiap simbol dengan sila-sila Pancasila. Peserta didik menyadari bahwa nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

    - Meaningful (Bermakna) : Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan makna setiap simbol Pancasila dengan sila-sila Pancasila serta menghubungkannya dengan contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari, seperti beribadah, menghargai teman, bekerja sama, bermusyawarah, dan bersikap adil. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

    - Joyful (Menyenangkan) : Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan mengenai simbol dan sila-sila Pancasila melalui berbagai aktivitas seperti permainan mencocokkan simbol dengan sila, bernyanyi lagu tentang Pancasila, kuis interaktif bertema simbol-simbol Pancasila.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: Menjelaskan makna sederhana dari simbol setiap sila Pancasila. 

📌 MATERI PENDIDIKAN PANCASILA

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran, gambar garuda pancasila

 
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Lima sila Pancasila memiliki simbol pada perisai Garuda Pancasila. Nilai-nilai Pancasila dapat kita hubungkan dengan mengenal Allah melalui Asmaul Husna Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan manusia, hewan, tumbuhan, dan seluruh alam. Hal ini dapat kita hubungkan dengan sila ke-1, Bintang – Ketuhanan Yang Maha Esa. Kita menunjukkan rasa syukur dengan beribadah, menjaga ciptaan Allah, dan menghargai sesama.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, yang memiliki dan mengatur seluruh alam. Hal ini dapat kita hubungkan dengan nilai persatuan dan hidup tertib dalam Pancasila. Kita dapat menerapkannya dengan menaati aturan, hidup rukun, menghargai teman, dan menjaga lingkungan.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Hal ini dapat kita hubungkan dengan sila ke-5, Padi dan Kapas – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Kita dapat menerapkannya dengan bersyukur, berbagi, saling menolong, dan bersikap adil kepada semua teman.
Perhatikan gambar berikut!
Gambar apakah yang bu guru pegang ? Iya benar sekali gambar Garuda Pancasila. 
Garuda Pancasila adalah lambang negara Indonesia.

Sekarang perhatikan video berikut ini!
Mengenal Simbol dan Sila-Sila Pancasila
Apa itu Pancasila?
Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Pancasila menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
Pancasila memiliki lima sila. Setiap sila memiliki simbol yang terdapat pada perisai Garuda Pancasila

Makna Simbol sila Pancasila
⭐ 1. Bintang – Sila Pertama
Ketuhanan Yang Maha Esa. Simbolnya adalah bintang. Bintang melambangkan cahaya Tuhan yang menerangi kehidupan manusia.
Contoh sikap:
  • Rajin beribadah.
  • Berdoa sebelum belajar.
  • Menghormati teman yang berbeda agama.
  • Tidak mengganggu teman yang sedang beribadah.
⛓️ 2. Rantai – Sila Kedua
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Simbolnya adalah rantai. Rantai melambangkan hubungan antarmanusia yang saling membutuhkan dan menyayangi.
Contoh sikap:
  • Menolong teman.
  • Bersikap sopan.
  • Tidak mengejek teman.
  • Menyayangi sesama.
🌳 3. Pohon Beringin – Sila Ketiga
Persatuan Indonesia. Simbolnya adalah pohon beringin. Pohon beringin melambangkan tempat berlindung dan persatuan. Indonesia memiliki banyak perbedaan, tetapi kita tetap bersatu.
Contoh sikap:
  • Bermain bersama tanpa membeda-bedakan teman.
  • Bekerja sama.
  • Menjaga kerukunan.
  • Bangga menjadi anak Indonesia.
🐃 4. Kepala Banteng – Sila Keempat
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Simbolnya adalah kepala banteng. Banteng adalah hewan yang suka hidup berkelompok. Simbol ini mengajarkan kita untuk bermusyawarah dan mengambil keputusan bersama.
Contoh sikap:
  • Mendengarkan pendapat teman.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Berdiskusi bersama.
  • Menerima hasil musyawarah.
🌾 5. Padi dan Kapas – Sila Kelima
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Simbolnya adalah padi dan kapas. Padi melambangkan pangan, sedangkan kapas melambangkan sandang. Keduanya menggambarkan kebutuhan dasar manusia dan kehidupan yang sejahtera.
Contoh sikap:
  • Bersikap adil kepada teman.
  • Mau berbagi.
  • Tidak pilih kasih.
  • Menghargai hak orang lain.
Sikap yang Mencerminkan Pancasila
Sebagai pelajar, kita dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan cara:
  • 🙏 Berdoa sebelum belajar.
  • 🤝 Menolong teman.
  • 😊 Bermain rukun tanpa membeda-bedakan teman.
  • 🗣️ Bermusyawarah saat menentukan keputusan.
  • ⚖️ Bersikap adil kepada semua teman.
  • ❤️ Menghormati guru, orang tua, dan teman.

Ø  Soal Asesmen

  • 1. Menghormati teman yang berbeda agama merupakan sikap sesuai sila ke-__________.
  • 2. Makna sila ke-3 adalah_________.
  • 3. Menolong teman yang jatuh merupakan contoh sikap sila ke-__________.
  • 4. Saat musyawarah, kita harus menghargai __________ orang lain.
  • 5. Makna sila ke-5 adalah__________.

  • Ø  Kunci jawaban dan uraian:

    1. Sila ke1

    2. Hidup rukun dan menjaga persatuan

    3. Sila ke-2

    4. Pendapat

    5. Bersikap adil dan suka berbagi


    📌 Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran

    Pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan materi Makna Sila-Sila Pancasila telah dilaksanakan melalui kegiatan pemberian latihan soal untuk mengetahui pemahaman murid terhadap materi yang telah dipelajari. Dari 23 murid, sebanyak 20 murid hadir dan mengikuti kegiatan pembelajaran, sedangkan 3 murid tidak hadir.

    Murid yang hadir mengikuti kegiatan latihan soal dengan cukup baik dan antusias. Melalui latihan tersebut, murid menunjukkan pemahaman mengenai makna setiap sila Pancasila serta contoh sikap yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, seperti beribadah, menghormati orang lain, menolong teman, menjaga persatuan, bermusyawarah, dan bersikap adil.

    Hasil latihan menunjukkan bahwa sebagian besar murid sudah mampu memahami dan mengidentifikasi makna sila-sila Pancasila, meskipun masih terdapat beberapa murid yang memerlukan penguatan dalam menghubungkan setiap sila dengan contoh perilaku sehari-hari.

    Tindak lanjut:
    Tiga murid yang tidak hadir akan diberikan kesempatan untuk mengikuti latihan soal setelah kembali ke sekolah. Guru juga akan memberikan penguatan dan pendampingan kepada 6 murid yang masih mengalami kesulitan dalam memahami makna sila-sila Pancasila.

    Materi Ajar Seni Rupa

      Nama Guru            : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd.  Mata Pelajaran   : Seni Rupa Hari, Tanggal       : Kamis, 3 September...