Hari/tanggal : Rabu, 21-01-2026
Kelas : 2 C
Good morning sholih sholiha bu guru kelas 2C. bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan semangat ya😊
Sebelum belajar, mari kita menyimak tausiyah, melaksanakan sholat dhuha & muraja'ah.
Metode dan Media ajar
- Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning
- Media ajar : Video pembelajaran, LKPD
Capaian Pembelajaran (CP):
- Murid mampu bersikap menjadi pendengar yang penuh perhatian. Peserta didik menunjukkan minat pada tuturan yang didengar serta mampu memahami informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), instruksi lisan, dan percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan.
- Murid menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100. Murid dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20. Murid menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).
- Murid membuat karya seni rupa menggunakan hasil pengamatannya terhadap lingkungan sekitar, menggunakan unsur garis, bentuk, dan/atau warna.
📌 Tujuan Pembelajaran (TP)
- Murid dapat mengikuti instruksi lisan sederhana yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari di rumah atau sekolah.
- Murid menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).
- Murid membuat karya seni rupa menggunakan hasil pengamatannya terhadap lingkungan sekitar, menggunakan unsur garis, bentuk, dan/atau warna.
📌 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):
- Murid dapat mengenal konsep “bagian dari keseluruhan” menggunakan benda konkret.
- Murid dapat membagi satu benda menjadi 2 bagian sama besar dan mengenal konsep ½ (setengah).
- Murid dapat membagi satu benda menjadi 4 bagian sama besar dan mengenal konsep ¼ (seperempat).
- Murid 1. Murid dapat mengikuti instruksi lisan sederhana yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari di rumah atau sekolah.
- Murid dapat mengidentifikasi maksud, tujuan, atau pesan dari tuturan yang didengar.
- Murid dapat menyampaikan kembali isi percakapan atau cerita pendek yang didengar dengan kata-kata sendiri.
- Murid dapat membedakan perasaan atau sikap tokoh dalam cerita yang didengarkan.
Murid mengamati lingkungan sekitar untuk mengenali objek tiga dimensi.
-
Murid mengenali unsur seni rupa: garis, bentuk, dan warna pada benda di sekitarnya.
-
Murid mengeksplorasi bahan dan teknik sederhana untuk karya 3 dimensi.
-
Murid menciptakan karya seni rupa 3 dimensi berdasarkan hasil pengamatan lingkungan sekitar.
-
Murid menceritakan secara sederhana karya 3 dimensi yang dibuat.
Pengertian Tanda Koma
Tanda koma (,) adalah tanda baca yang digunakan untuk memberi jeda sebentar dalam kalimat agar kalimat mudah dibaca dan dipahami.
Fungsi Tanda Koma
a. Tanda koma pada perincian (daftar)
Tanda koma digunakan untuk memisahkan kata dalam daftar.
Contoh:
- Ani membeli buku, pensil, dan penghapus.
- Di kebun ada apel, mangga, jeruk.
b. Tanda Koma untuk Memisahkan Kata Sapaan
Tanda koma digunakan setelah kata sapaan seperti Adi, Ibu, Ayah, Anak-anak, Teman-teman.
Contoh:
- Ani, tolong ambilkan buku itu.
- Teman-teman, mari kita belajar bersama.
- Ibu, saya sudah mengerjakan PR.
c. Tanda Koma pada Awal Kalimat Keterangan
Tanda koma digunakan setelah keterangan waktu atau tempat di awal kalimat.
Contoh:
- Pagi hari, Siti berangkat ke sekolah.
- Di halaman sekolah, anak-anak bermain.
- Kemarin sore, Budi belajar bersama Ayah.
d. Tanda Koma pada Surat atau Penulisan Tanggal
Tanda koma digunakan pada penulisan tempat dan tanggal.
Contoh:
- Jakarta, 10 Januari 2025
- Bandung, 5 Mei 2024
Contoh Kalimat Salah dan Benar
❌ Salah:
Ani membeli buku pensil dan penghapus.
✅ Benar:
Ani membeli buku, pensil, dan penghapus.
Kesimpulan
Tanda koma digunakan untuk:
- Memisahkan daftar kata.
- Digunakan setelah kata sapaan.
- Membantu membaca kalimat dengan jelas.
- Memisahkan daftar kata.
- Digunakan setelah kata sapaan.
- Membantu membaca kalimat dengan jelas.
Latihan Sederhana
Kerjakan soal-soal berikut dengan teliti!
1. Lengkapilah kalimat berikut dengan tanda koma yang benar!
Ibu membeli sayur buah dan ikan di pasar.
2. Berilah tanda koma pada kalimat yang menggunakan kata sapaan!
Ani tolong ambilkan buku itu.
3. Perbaiki kalimat berikut agar penggunaan tanda komanya benar!
Pagi hari anak-anak senam bersama di sekolah.
4. Beri tanda koma yang tepat pada kalimat berikut!
Teman-teman mari kita belajar dengan semangat.
5. Lengkapi lah penulisan tempat dan tanggal berikut dengan tanda koma!
Surabaya 12 Agustus 2024
Materi Matematika :
Pecahan adalah bilangan yang menyatakan sebagian dari satu benda utuh.
Suatu benda disebut utuh jika:
- Belum dipotong
- Belum dibagi
- Masih lengkap
Jika benda utuh dibagi menjadi beberapa bagian yang sama besar, maka setiap bagian tersebut disebut pecahan.
Bagian-bagian Pecahan
Pecahan terdiri dari:
- Angka atas → menunjukkan jumlah bagian yang diambil
- Angka bawah → menunjukkan jumlah bagian keseluruhan
👉 Contoh :
¼ dibaca seperempat
Artinya: satu bagian dari empat bagian sama besar
(Penjelasan disampaikan secara lisan dan sederhana tanpa istilah “pembilang–penyebut”)
Jenis Pecahan Sederhana
1. Pecahan Setengah (½)
Artinya: satu bagian dari dua bagian sama besar.
Contoh sehari-hari:
- Kue dipotong menjadi 2 bagian
- Roti dibagi dua
- Semangka dibelah dua
Pecahan Sepertiga (⅓)
Artinya: satu bagian dari tiga bagian sama besar.
Contoh sehari-hari:
- Kue dibagi menjadi 3 potong
- Jeruk dibagi untuk 3 anak
Pecahan Seperempat (¼)
Artinya: satu bagian dari empat bagian sama besar.
Contoh sehari-hari:
- Pizza dipotong 4 bagian
- Cokelat dibagi menjadi 4 potong
Pecahan dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh Cerita 1
Ibu memotong sebuah kue menjadi 2 bagian sama besar.
Ani memakan 1 bagian.
👉 Bagian kue yang dimakan Ani adalah ½ (setengah).
Contoh Cerita 2
Sebuah pizza dibagi menjadi 4 bagian sama besar.
Budi memakan 1 bagian.
👉 Bagian pizza yang dimakan Budi adalah ¼ (seperempat).
Contoh Cerita 3
Sebuah semangka dibagi menjadi 3 bagian sama besar.
Kakak mengambil 1 bagian.
👉 Bagian semangka yang diambil kakak adalah ⅓ (sepertiga).
MATERI SENI RUPA
A.Karya Seni Lipat Kertas
Karya seni dari hasil melipat kertas merupakan salah satu contoh karya seni rupa 3 dimensi. Karya seni rupa 3 dimensi adalah jenis karya seni rupa yang dibuat dengan berbagai teknik seperti teknik cetak, teknik pahat dan teknik lipat. Perbedaan antara karya seni rupa 3 dimensi dengan karya seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa 3 dimensi bisa dilihat dari berbagai sisi sedangkan karya seni rupa dua dimensi hanya bisa dilihat dari satu sisi yaitu dari arah depan. Selain itu karya seni rupa 3 dimensi memiliki tekstur yang nyata sehingga dapat dirasakan dengan indera peraba bentuk karya seni rupa 3 dimensi cenderung menyerupai wujud asli suatu benda.
Karya seni lipat kertas adalah karya seni yang dibuat dengan cara melipat kertas menjadi berbagai bentuk.
Seni lipat kertas sering disebut origami.
Origami berasal dari Jepang, tetapi sekarang sudah dikenal di seluruh dunia dan dapat kita gunakan untuk berkarya seni rupa.
B. Apa itu Origami?
Origami adalah seni melipat kertas menjadi bentuk tertentu tanpa menggunakan gunting.
Dengan origami, kita dapat membuat berbagai bentuk seperti:
Hewan
Bunga
Rumah
Kotak
Unsur Seni Rupa dalam Origami
Karya seni lipat kertas menggunakan unsur seni rupa, yaitu:
1. Garis
Garis terlihat dari lipatan kertas.
Lipatan bisa berbentuk lurus atau lengkung.
2. Bentuk
Bentuk adalah hasil dari lipatan kertas.
Contoh bentuk:
Segitiga
Persegi
Kubus
3. Warna
Warna berasal dari kertas origami yang digunakan.
Warna membuat karya menjadi lebih indah dan menarik.
D. Alat dan Bahan
Kertas origami (berwarna)
Lem kertas (jika diperlukan)
Spidol atau krayon (untuk menghias)
E. Contoh Karya Seni Lipat Kertas
Beberapa contoh karya seni lipat kertas yang dapat dibuat:
Bunga origami
Rumah origami
Burung origami
Kotak origami
F. Manfaat Membuat Origami
Dengan membuat origami, kita dapat:
Melatih ketelitian dan kesabaran
Mengembangkan kreativitas
Mengenal bentuk dan warna
Membuat karya seni yang indah
MEDIA AJAR
Kertas origami
Plastisin / tanah liat / lilin mainan (bahan lunak)
Lem kertas
Alas kerja
Spidol/krayon
Tidak ada komentar:
Posting Komentar