Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Baik, pada pertemuan sebelumnya kita telah belajar Bahasa Indonesia tentang mengenal tanda tanya (?) dan Seni Rupa mengenal tekstur. Nah, pada hari ini kita akan melaksanakan sumatif harian 1 B.Indonesia dan Matematika mengenal simbol lebih besar (>), lebih kecil (<), dan sama dengan (=).
Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti kegiatan pembelajaran dengan tertib, dan kerjakan setiap tugas dengan teliti. Jangan lupa untuk selalu percaya diri dan berani mencoba.
Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah 2B! 🌟 Semoga pembelajaran hari ini menyenangkan dan memberikan ilmu yang bermanfaat. 💕
📌 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia:
Ø Capaian Pembelajaran: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.
Ø Tujuan Pembelajaran: Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.
Ø Kriteria Pembelajaran:
- Mengidentifikasi kata tanya apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana.
- Menjelaskan fungsi kata tanya dengan tepat.
- Memahami informasi dari percakapan sederhana.
- Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang didengar.
- Membuat kalimat tanya sederhana dengan penggunaan kata tanya dan tanda tanya (?) yang tepat.
Ø Materi Pokok: Jenis jenis perasaan, Kata tanya dan kalimat tanya
Ø Model/Metode pembelajaran: Tanya-jawab
Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: Lembar Sumatif harian1
Ø Apersepsi:
Mengajukan pertanyaan sederhana kepada murid tentang kegiatan sehari-hari, seperti “Siapa yang mengantarmu ke sekolah?”, “Kapan kamu belajar?”, dan “Di mana kamu bermain?”. Kemudian anak-anak diajak untuk memperhatikan kata yang digunakan untuk memperoleh informasi dari pertanyaan tersebut.
Ø Materi Pembelajaran:
Apa itu Perasaan?
Perasaan adalah sesuatu yang kita rasakan saat mengalami suatu kejadian. Setiap orang bisa memiliki perasaan yang berbeda.
Macam-Macam Perasaan
Nama Perasaan | Contoh Ekspresi | Contoh Kalimat Sederhana | Gambar |
Senang | Wajah tersenyum | Saya senang karena bermain bersama teman. | 😊 |
Sedih | Wajah menangis atau murung | Saya sedih saat mainan saya rusak. | 😢 |
Marah | Wajah cemberut atau kesal | Saya marah karena pensil saya diambil adik. | 😠 |
Takut | Wajah tegang, mata membesar | Saya takut saat lampu kamar mati. | 😨 |
Terkejut | Wajah kaget | Saya terkejut saat mendapat hadiah ulang tahun. | 😲 |
Cara Menyampaikan Perasaan dengan Baik
- Berbicara dengan sopan.
- Mengatakan apa yang dirasakan dengan jujur.
- Mendengarkan teman saat berbicara.
- Meminta bantuan jika merasa sedih atau takut.
Kata Tanya dan Kalimat Tanya
Kata tanya adalah kata yang digunakan untuk mendapatkan informasi. Beberapa kata tanya yang sering digunakan, yaitu:
· Apa → menanyakan benda, hal, atau kegiatan.
· Siapa → menanyakan orang.
· Di mana → menanyakan tempat.
· Kapan → menanyakan waktu.
· Mengapa → menanyakan alasan.
· Bagaimana → menanyakan cara atau keadaan.
Kalimat tanya adalah kalimat yang digunakan untuk memperole h informasi dan biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?).
Contoh:
1. Siapa nama temanmu?
2. Apa makanan kesukaanmu?
3. Di mana kamu tinggal?
4. Kapan kamu pergi ke sekolah?
5. Mengapa kita harus menjaga kebersihan?
6. Bagaimana cara mencuci tangan yang benar?
📌 Mata Pelajaran Matematika:
Ø Capaian Pembelajaran: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).
Ø Tujuan Pembelajaran: Membandingkan dan mengurutkan bilangan
Ø Kriteria Pembelajaran:
- Mengenal simbol > (lebih besar), < (lebih kecil), dan = (sama dengan).
- Membandingkan dua bilangan sampai 100 dengan tepat.
- Mengurutkan bilangan dari terkecil ke terbesar dan sebaliknya.
- Menjelaskan perbandingan bilangan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.
Ø Materi Pokok: Membandingkan bilangan (>, <, =)
Ø Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, Demonstrasi, tanya jawab, diskusi, dan latihan terbimbing.
Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, gambar simbol (>, <, =), benda (Stik es krim, pensil, pena, buku)
Ø Apersepsi:
Guru mengajak peserta didik mengingat kembali bilangan 1–100 melalui kegiatan menyebutkan bilangan secara bersama-sama. Guru menunjukkan dua kelompok benda atau kartu bilangan, kemudian bertanya, “Kelompok mana yang jumlahnya lebih banyak?” dan “Bagaimana kita mengetahui bilangan mana yang lebih besar atau lebih kecil?”
Ø Materi Pembelajaran:
MEMBANDINGKAN BILANGAN
Apa itu membandingkan bilangan?
Membandingkan
bilangan adalah melihat dua bilangan untuk mengetahui apakah suatu
bilangan lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan bilangan lainnya.
Kita menggunakan tiga tanda:
> artinya lebih besar dari
< artinya lebih kecil dari
= artinya sama dengan
Contoh 1: Lebih besar (>)
🍎 🍎 🍎 🍎 🍎 Ada 5 apel
🍎 🍎 🍎 Ada 3 apel
Karena 5 lebih banyak daripada 3, maka: 5 > 3
Dibaca: Lima lebih besar dari tiga.
Contoh 2: Lebih kecil (<)
⭐ ⭐ Ada 2 bintang
⭐ ⭐ ⭐ ⭐ Ada 4 bintang
Karena 2 lebih sedikit daripada 4, maka: 2 < 4
Dibaca: Dua lebih kecil dari empat.
Contoh 3: Sama dengan (=)
🟢 🟢 🟢 Ada 3 lingkaran
🔵 🔵 🔵 Ada 3 lingkaran
Jumlahnya sama, maka: 3 = 3
Dibaca: Tiga sama dengan tiga.
Cara mudah membandingkan bilangan
Perhatikan nilai tempat.
Contoh:
Bandingkan puluhan:
4 puluhan > 3 puluhan
Jadi: 42 > 35
Dibaca: Empat puluh dua lebih besar dari tiga puluh lima.
Jika puluhannya sama
Contoh: 47 dan 43
Puluhan sama-sama 4.
Maka kita bandingkan satuannya.
7 > 3 Jadi: 47 > 43
Ø Soal/Post Pest:
Ø Kunci jawaban dan uraian:
Ø Kesimpulan/Refleksi:





Tidak ada komentar:
Posting Komentar